Tag: keluarga

MEMBANGUN HUBUNGAN LEBIH DEKAT DENGAN SAUDARA KANDUNG YANG TEPATMEMBANGUN HUBUNGAN LEBIH DEKAT DENGAN SAUDARA KANDUNG YANG TEPAT



Apakah ada disini yang tidak mempunyai hubungan yang baik dengan saudara kandung sendiri? padahal mengalir  darah yang sama di dalam tubuh dan juga tinggal satu atap yang sama. Tetapi pertengkaran dan perselisihan akan selalu saja terjadi. Memang tidak semua saudara kandung mengalami hal yang sama, seperti tidak mempunyai hubungan yangbaik. Tapi untuk kalian yang tidak berhubungan baik dengan saudara kandung sendiri, ada baiknya untuk memperbaikinya muali dari sekarang. Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki apa yang sudah rusak dalam sebuah keluarga, akan selalu ada waktu untuk kamu untuk membangun dan memperbaiki lagi semuanya dari awal.

Karena terkadang memang semua tidak dapat sesuai dengan apa yang kitainginkan. Disaat kita menginginkan hubungan dengan saudara kandung itu baik – baik saja, jalan – jalan bersama, akrab, saling bercanda satu sama lain. Hanya saja memang itu semua tidak bisa terwujud seketika saja dan tidak semua juga mempunyai kesemapatan dan waktu yang sama. Hanya saja tidak ada salah untuk mencoba terlebih dahulu, yang awalnya tidak pernah saling sapa sedikit demi sedikit perbaiki komunikasi. Karena nantinya merekalah yang akan berdiri disamping kita apapun yang terjadi, seburuk apapun hubungan yang dimiliki dengan saudara kandung dia tetaplah saudara kandung kita. Berikut cara untuk membangun hubungan lebih dekat dengan saudara kandung yang tepat.

1.Membiarkan yang Lalu tetap Berlalu

Setiap orang mempunyai masa lalu dan rasa sakitnya masing – masing, entar yang terjadi di masa lalu atau pun yang mungkin baru terjadi. Tetapi bila hal itu terjadi di masa lalu, biarkanlah itu menjadi kenangan sekaligus dijadikan sebagai pelajaran, agar kedepannya men jadi lebih baik dan tidak terulang lagi. Karena kakak beradik itu memang sering sekali bertengkar, entah itu karena hal yang besar atau hal kecil sekalipun.

Biarkanlah itu menjadi kenangan masa lalu yang tidak untuk diungkit – ungkit kembali. Simpan kenangan tersebut dibelakang dan akan tetap berada dibelakang, bila terus diingat akan terasa rasa kesal atau marah yang dulu pernah terjadi. Dan itu hanya akan membuat perasaan kamu tidak kunjung membaik dengan saudara kandung, maka dari itu perlahan untuk menerima masa lalu yang sudah berlalu.

2.Muncul di Acara Penting

Agar hubungan kamu dengan saudara kandung kembali membaik, cobalah untuk datang ek acara – acara penting untuknya. Karena itu akan menjadi hal yang sangat berarti sekali untuknya, mungkin pada masa – masa itu kamu tidak pernah datang ke acara penting dari saudara kandung kamu. Entah itu karena alasan pekerjaan atau urusan lainnya yang tidak bisa ditinggalkan, maka dari itu cobalah sekarang.

Hadir di acara pentingnya baginya, seperti acara kelulusa, pernikahan, dan acara- acara lainnya. Misalnya mereka tidak langsung mengundang kamu untuk datang atau hanya sekedar hadir, tapi jangan terlalu diambil hati. Kamu datang saja tanpa harus diundang, karena alasan kamu datang itu untuk melihat saudara kandung kamu yang sedang berjuang atau berbahagia.

3.Tidak Mencoba untuk Menjadi Mata – Mata

Biasanya terdapat persaingan antara kaka dan adik, banyak macam persaingan yang dilakukan antara saudara kandung. Entah itu persaingan dalam mendapatkan ranking tertinggi di kelas, persaingan untuk mendapatkan perhatian dari orang tua yang paling banyak, dan masih ada lagi persaingan yang sering terjadi. Bila ini terus berlangsung dalam waktu yang lama, malahan ini akan menjauhkan hubungan dengan saudara kandung.

Meskipun tujuannya itu adalah untuk saling berkompetinsi dan memacu diri agar mendapatkan yang terbaik. Tetapi bila tidak terkontrol dengan baik akan mengarah kepada hal yang negative, bila hal itu sudah terjadi cobalah untuk tidak melakukan hal yang demikian dan lebih menerima dengan segala apa yang ada.

Itulah beberapa cara untuk membangun hubungan dekat dengan saudara kandung.

CARA MENJADI ANAK YANG BAIK AGAR BERGUNA BAGI KELUARGA DAN MASYARAKATCARA MENJADI ANAK YANG BAIK AGAR BERGUNA BAGI KELUARGA DAN MASYARAKAT



Proses panjang yang harus dilalui saat si kecil akhirnya lahir di dunia, penuh suka dan duka yang dilalui. Hingga akhirnya semua terbayarkan dengan senyuman si kecil yang hadir di dunia ini. Mendidik dan mengajarkan anak untuk menjadi anak yang baik dan tumbuh menjadi pribadi yang dapat diandalkan serta membanggakan itu memerlukan usaha yang maksimal. Berbagai usaha pun dikerahkan dengan memberikannya pendidikan yang terbaik, masuk ke sekolah unggulan dan masuk ke tempat les yang dapat melatih dirinya dalam segi akademis dan non akademis. Ini semua dilakukan hanya untuk si kecil agar dapat membentuk anak menjadi pribadi yang  baik dan berwawasan luas.

Tetapi itu kembali lagi kepada si anak, apalagi seiring denga berjalannya waktu usia bertambah membuat anak semakin bisa mengambil keputusannya sendiri. Apalagi bila dia sudah mengenal dunia, menjadi waktu yang sedang membara sekali untuk sang anak yang mencari jati dirinya. Tentunya setiap anak menginginkan dirinya menjadi orang yang baik dan juga berguna untuk siapapun itu. Hanya saja itu bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan oleh anak, karena dia pun akan berhadapan dengan berbagai macam masalah. Entah itu berasal dari sekolah atau lingkungan rumahnya. Tapi untuk menjadi anak yang baik itu tidak harus menjadi orang yang sempurna, yang penting dapat menghargai dan menunjukkan sayangnya kepadanya orang lain. Berikut cara menjadi anak yang baik.

1.Mendengarkan Orang Tua

Mendengarkan Orang Tua

Orang tua memiliki peranan penting juga dalam pertumbuhan anak, karena mereka adalah orang yang akan selalu kamu jumpai. Orang tua tentunya tidak akan menjerumuskan anaknya kepada jalan yang salah, pastinya mereka menginginkan sesuatu yang terbaik untuk anaknya apapun itu. Sehingga untuk menjadi anak yang baik, kamu harus mendengarkan orang tua. Contohnya seperti mereka tidak memberikan izin kepada kamu saat kamu meminta izin untuk pergi main bersama agen sbobet.

Bila mereka sudah mengatakan hal tersebut, lebih baik kamu mendengarkan apa yang dikatakan oleh orang tua. Karena mereka mengatakan hal tersebut karena rasa khawatir yang mereka rasakan bila kamu harus pergi keluar. Tetapi bila kamu sudah dewasa dan mereka masih melakukan hal demikian, sebaiknya diberikan penjelasan kepada orang tua.

2.Membantu Pekerjaan Rumah

Membantu Pekerjaan Rumah

Saat sudah bertambahnya usia dimana kamu pun semakin besar, belajarlah untuk membantu pekerjaan rumah. Tidak harus pekerjaan rumah yang berat – berat kamu dapat memulainya dengan hal yang ringan, seperti membersihkan kamar tidur saat bangun tidur atau membersihkan mainan yang sudah kamu miankan sebelumnya. Karena ini hal – hal yang sederhana dan mudah untuk dilakukan, tetapi bila rutin dilakukan.

Akan menjadi kebiasaan yang terbawa sampai nanti kamu besar. Selai itu juga kamu dapat membantu mencuci piring yang sudah kamu gunakan, membuang sampah sehingga itu bisa mengurangi pekerjaan rumah. Lakukan dengan senyuman dan tanpa ada keluhan yang kamu keluarkan dari mulut kamu.

3.Hormati Saudara Kamu            

Hormati Saudara Kamu

Anak yang baik akan menunjukkan pengertian dan rasa kasih sayangnya kepada orang lain, tidak hanya kepada orang tuanya saja tetapi juga kepada saudara kamu. Menghormati saudara tidak hanya kepada umur yang lebih tua, tetapi juga menghormati kepada yang lebih muda.  Karena bila kamu juga menghormati kepada yang  lebih muda, secara tidak langsung kamu akan menjadi contoh untuk mereka.

Itulah cara untuk menjadi anak yang baik agar berguna bagi sekeliling kamu.

Keluarga Sehat Versi Kemenkes!Keluarga Sehat Versi Kemenkes!



Belum lama ini Kementrian Kesehatan atau Kemenkes melucnurkan aplikasi dengan nama Keluarga Sehat Versi 2.0 yang bisa dengan mudah diunduh pada ponsel Anda. Aplikasi ini adalah sebuah aplikasi yang akan sangat membantu keluarga di Indonesia yang mendukung Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga atau PIS-PK.

Dengan adanya aplikasi ini, Kemeskes dan agen kesehatan Indonesia bisa mengetahui perihal pendataan dari keluarga sehat tanpa harus berkunjung dari rumah ke rumah. Tentunya ini akan sangat berguna untuk para surveyor ketika hendak melakukan pendataan keluarga sehat langsung pada lokasi pendataan, baik ketika terkoneksi dengan internet bahkan saat tidak ada koneksi internet.

Sebelum adanya aplikasi keluarga sehat ini, Kemeskes memiliki fasilitas berupa web, yaitu www.keluargasehat.kemkes.go.id.

Selain memberikan aplikasi berguna tersebut, untuk semakin mendukung Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga, Kemeskes memiliki 12 indikator keluarga sehat. Ada apa saja, ya? Berikut ini indikator keluarga sehat versi Kemenkes.

Indikator Keluarga Sehat Kemenkes

1.Keluarga Berencana – KB

KB

Yang pertama ada KB, sebuah program yang ditujukan agar setiap keluarga dibatasi dengan 2 anak. Tujuannya adalah agar keluarga bisa menjadi lebih sejahtera. Untuk mewujudkannya, ada program penyuluhan yang dilakukan agar warga semakin sadar pentingnya KB.

2. Persalinan Pada Fasilitas Resmi

 Persalinan Pada Fasilitas Resmi

Jika seorang ibu hendak melahirkan pada fasilitas kesehatan resmi, seperti misalnya puskesmas atau rumah sakit, mereka akan mendapatkan penyuluhan tenaga kesehatan tentang pentingnya untuk melakukan persalinan dengan mempercayainya kepada tenaga ahli.

3. Bayi Imunisasi dasar Lengkap

Bayi Imunisasi dasar Lengkap

Anak bisa terhindar dari penyakit yang membahayakan dengan bantuan vaksin. Beberapa penyakit yang bisa dihindari dari vaksinasi dasar adalah polio, campak, sampai difteri. Sebaiknya imunisasi dilakukan oleh tenaga medis yang terpercaya.

4. Bayi dapat ASI Eksklusif

Bayi dapat ASI Eksklusif

Selama 6 bulan pertama, bayi tidak membutuhkan makanan atau minum selain ASI. Bahkan jika bisa, sang ibu memberikan ASI hingga 2 tahun pada bayi. Ini akan sangat berguna agar kedepannya sang bayi memiliki imunitas yang baik.

5. Pantau Pertumbuhan Bayi

Pantau Pertumbuhan Bayi

Setiap bulannya, bayi harus diperhatikan pertumbuhannya. Salah satu cara untuk memperhatikannya adalah dengan melakukan pemeriksaan rutin pada posyandu, puskesmas, atau juga rumah sakit.

6. Penderita TBC butuh Pengobatan Sesuai dengan Standar

Penderita TBC butuh Pengobatan Sesuai dengan Standar

Kalau ada seorang anggota keluarga yang batuk sampai 2 minggu, ada baiknya segera memeriksakan keadaannya ke dokter. Itu karena dikhawatirkan ia menderita TBC yang dapat menular pada keluarga.

7. Penderita Hipertensi Secara Teratur Harus Berobat

Penderita Hipertensi Secara Teratur Harus Berobat

Kalau dibiarkan, penyakit hipertensi akan semakin membahayakan. Sebabnya, ada baiknya untuk melakukan pengobatan secara teratur jika memang memiliki penyakit satu ini.

8. Bebas dari Rokok

keluarga sehat

Seperti yang kita tahu baik perokok pasif atau perokok aktif sama bahayanya. Jadi sebaiknya hindari merokok agar keluarga bisa terbebas dari berbagai macam penyakit yang mengintai.

9. Jadi Anggota JKN

keluarga sehat

JKN adalah Jaminan Kesehatan Nasional, yang di mana merupakan program pembangunan kesehatan nasional dengan tujuan untuk semakin meningkatkan derajat dari kesehatan masyarakat.

10. Punya Akses Air Bersih

Punya Akses Air Bersih

Selanjutnya adalah keluarga harus memiliki akses pada sarana air bersih yang layak untuk diminum, seperti yang bisa didapatkan melalui PDAM atau sumur yang tidak tercemar.

11. Gunakan Jamban Sehat

keluarga sehat

Jamban yang sehat merupakan jamban yang bukan sekedar lubang di tanah. Selain itu penyuluhan mengenai jamban sehat juga dirasa penting untuk masyarakat.

12.Tidak Menelantarkan Keluarga Gangguan Jiwa

keluarga sehat

Jika ada anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa, ada baiknya untuk ajak Beliau berobat dan bukan malah menelantarkannya. Beri dia dukungan agar bisa sembuh dari keterpurukannya.

Itulah beberapa hal mengenai keluarga sehat sampai ke indikator keluarga sehat versi Kemenkes. Bagaimana menurutmu?

Sibuk dengan Pekerjaan Sehari-Hari? Tetap Coba Bangun Hubungan Ayah-Ibu dan Anak yang Baik, Yuk!Sibuk dengan Pekerjaan Sehari-Hari? Tetap Coba Bangun Hubungan Ayah-Ibu dan Anak yang Baik, Yuk!



Hubungan antara anak dan orang tua adalah hal penting yang harus bisa dibangun. Karena hal ini akan berdampak lebih baik ke depannya, terlebih lagi jika nanti sang anak melakukan kesalahan, orang tua pun bisa menjadi lebih mudah untuk menasihatinya tanpa ada yang tersakiti. Ada masanya ketika anak lebih mendengarkan kata-kata orang lain dibandingkan kata-kata ibu atau orang tua, karena mereka merasa orang tuanya tidak akan mengerti keadaan dia. Nah, dari sini Anda harus bisa membangun hubungan yang baik antara anak dan orang tua, atau setidaknya antara ibu dan anak.

Emosi di antara anak dan orang tua sangat perlu dibangun sejak dini, karena itu akan membuat anak sama ibu dan ayah akan semakin mudah dalam membangun hubungan emosi yang ada.

Berikut ini kami memiliki tips untuk Anda agar bisa membangun hubungan yang baik antara anak dan ibu-ayah.

Tips Bangun Hubungan Baik Ibu dan Anak

1.Lakukan Liburan Bersama Ayah, Ibu dan Anak

Ibu dan Anak keluarga

Kerap kali kesibukan kedua orang tua membuat mereka memiliki hubungan yang longgar dengan anak. Ini membuat anak merasa kalau kedua orang tuanya terlalu memikirkan pekerjaan mereka dibandingkan dengan dirinya. Oleh karena itu ada baiknya untuk melakukan liburan bersama dengan mereka. Tidak harus pergi ke tempat-tempat mewah, bisa juga dengan memanfaatkan waktu kosong dengan menyaksikan film di ruang keluarga bersama atau bahkan wisata kecil di belakang rumah.

Hal-hal sederhana seperti ini akan menjadi kenangan yang diingat oleh anak dengan baik dalam memorinya. Yang terpenting dalam hal ini adalah kegiatan yang dilakukan membuat mereka bahagia juga anak menjadi lebih mudah dalam memberikan ekspresinya.

2. Tetap Lakukan Komunikasi

Ibu dan Anak

Kalau biasanya di rumah, mungkin komunikasi antara ibu sama anak tetap terjaga dengan baik, bahkan mungkin sering kali ada cerita ibu dan anak yang membuat hubungan lebih akrab. Namun, bagaimana dengan Ayah? Nah, setiap pulang kerja, ada baiknya untuk tetap usahakan melakukan komunikasi bersama dengan anak. Ini akan membuat komunikasi dengan mereka tetap terjalin meski Anda sibuk untuk bekerja.

Tidak harus selalu membicarakan hal-hal berat, cukup tanyakan kesehariannya. Jangan pula terlalu mengkhawatirkan keadaan anak, nanti ia akan risih dan merasa kalau ia terlalu diawasi. Yang terpenting adalah memberikannya dalam jangkauan yang wajar dan penuh akan kasih sayang.

3. Ajak Anak Memahami Pekerjaan kita

Ibu dan Anak

Sering kali ditemukan kasus anak yang merasa kurang diperhatikan oleh orang tuanya yang terlalu sibuk bekerja, Tapi kalau Anda tidak ingin ada kesalahpahaman macam ini di rumah Anda, sebaiknya ajak dia untuk melihat pekerjaan kita. Kalau diperbolehkan, sesekali ajak mereka ke kantor dan kenalkan mereka dengan lingkungan pekerjaan kita. Di sana anak mungkin bisa paham kalau yang orang tuanya lakukan adalah untuk dirinya, bukan untuk kesenangan kita.

4. Mengenal Teman-Temannya

teman Ibu dan Anak

Salah satu cara yang bisa membuat orang tua bisa menjadi dekat dengan anak adalah agar kita bisa mengenal lingkungannya. Karena terkadang meski anak tampak baik-baik saja di rumah, ternyata pergaulannya di luar rumah tidak sebaik itu. Dengan demikian jika ada yang salah kita bisa menyelesaikannya di awal.

5. Berikan Penghargaan Untuk Usahanya

Anak sering kali ingin menunjukkan kepada ibu atau ayahnya mengenai hal yang dia banggakan. Tetapi ada kalanya orang tua tidak peka dengan apa yang diinginkan oleh sang anak, ini membuat anak merasa tidak diapresiasi dan malas untuk bisa meraih sesuatu. Berilah mereka penghargaan, tidak perlu harus memberi mereka barang mewah, tetapi bisa juga hanya dengan memberikan ucapan kalau kalian bangga dengan pencapaiannya, itu sudah lebih dari cukup.

Semoga tips dari kami bisa bermanfaat untuk Anda yang ingin menjaga hubungan baik di tengah keluarga Anda. 

Buat Foto Keluarga Jadi Lebih Memuaskan!Buat Foto Keluarga Jadi Lebih Memuaskan!



Momen ketika sedang kumpul keluarga adalah momen yang sangat membahagiakan, di mana terkadang kita ingin menangkap momen tersebut agar bisa dikenang seumur hidup. Tapi kadang karena berbagai faktor membuat hasil foto itu terasa kurang memuaskan, baik karena sisi orangnya terlalu banyak atau karena background foto keluarganya yang kurang mendukung.

Berikut ini kami memiliki beberapa tips yang mungkin bisa kamu aplikasikan ketika hendak mengambil foto keluarga.

Tips Untuk Foto Keluarga

1.Tunjukkan Sisi Keakraban

Banyak pose yang bisa kita pilih ketika sedang berfoto keluarga, namun salah satunya cobalah untuk berpose yang menunjukkan keakraban keluarga. Karena pose ini akan menghasilkan foto yang tampak lebih hidup. Foto yang diam saja akan membuat keluarga menjadi tampak kaku, jadi ada baiknya ajak keluarga untuk foto candid. Jangan mencoba untuk mengatur mereka, biarkan mereka melakukan sesuka hatinya agar suasana hati tetap baik ketika pemotretan.

2. Jangan Buru-Buru

Ketika menangkap momen keluarga, cobalah untuk tidak terlalu terburu-buru. Tunggulah momen yang tepat, agar nantinya hasil foto lebih tampak santai. Berfoto dengan keluarga juga membutuhkan pemanasan, di mana kita bisa melewatkannya dengan mengobrol ringan atau berjalan-jalan sambil iseng memotret. Ini bisa juga menghasilkan foto yang hasilnya tampak lebih bermakna dari pada sekedar berdiri tegak dengan tersenyum.

3.Buat Pemotretan Menjadi Lebih Menyenangkan

Foto keluarga besar pasti terdiri dari berbagai lintas usia, ada anak-anak yang tidak bisa diam, ada orang tua yang ingin cepat selesai, ada juga kakek-nenek yang memilih diam di tengah suasana itu. Cobalah buat mereka menjadi lebih berbaur, sehingga semuanya tidak tegang ketika ada di depan kamera.

Jangan batasi anak-anak dalam bermain, kalau bisa arahkan mereka dengan perlahan untuk menjaga mood mereka agar tetap terjaga dengan baik. Kalau sedang foto studio keluarga, cobalah untuk menyamakan nada pakaian, karena itu bisa menambah mood tersendiri bagi sebagian orang.

4. Gunakan Tripod Untuk Foto Keluarga

Berfoto tanpa kameramen tapi mau ikut gabung berfoto? Cara terbaik dalam hal ini adalah dengan menggunakan bantuan tripod. Karena tripod bisa membantu untuk mengambil gambar untukmu. Selain itu banyak hal yang bisa dilakukan dengan menggunakan tripod, salah satunya akan membantu Anda agar tidak hanya terfokus pada viewfinder.

5. Gunakan Mode Manual

Kamera dengan mode manual mungkin memang akan sedikit merepotkan jika Anda ingin mengambil banyak gambar dalam sekali waktu, tetapi ternyata ini bisa lebih konsisten kalau dibandingkan menggunakan mode otomatis.

Settingan yang ada di mode otomatis bisa berubah di setiap fotonya, itu nanti bisa menyulitkan ketika di proses editing karena perbedaan baik dari segi saturasi warna atau noise.

6. Tata Pose Foto Keluarga Grup

Ada beberapa pose yang kalau bisa tidak dilakukan, baik ketika sedang foto keluarga studio atau ketika sedang jalan-jalan. Seperti misalnya jangan jaga posisi kepala tegak lurus, atau tidak perlu juga untuk selalu berdiri dengan tegak. Biarkan juga anak-anak untuk tetap bermain sambil bercanda, mereka akan membuat hasil foto menjadi lebih ceria.

Turuti juga mereka yang tidak ingin melakukan pose tertentu, karena tidak semuanya ingin melakukan pose tertentu.

Itulah beberapa tips untuk melakukan foto keluarga yang bisa menghasilkan foto yang lebih hidup serta tetap memberikan momen manis di setiap hasil jepretan fotonya.

Semoga informasi ini akan bermanfaat untuk Anda.